SOP Ujian Pra Kualifikasi

STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP)
UJIAN PRA KUALIFIKASI

A. TUJUAN
Menguji kemampuan mahasiswa dalam pemahaman tentang rencana penelitian yang terdiri dari teori dan metode penelitian serta hal-hal pokok yang terkait.

B. PENGERTIAN
Ujian Komprehensif merupakan ujian yang dilaksanakan untuk mengetahui apakah seorang mahasiswa S3 layak untuk menjadi Calon Doktor.
Ujian ini dilakukan sebelum penyusunan proposal disertasi.

C. PROSEDUR
Persyaratan

  1. Mahasiswa telah menempuh semua matakuliah semester 2;
  2. Mahasiswa lunas administrasi keuangan semester;
  3. Sudah remiliki rencana judul proposal disertasi.

Pihak yang terkait

  1. Ketua, Sekretaris dan Pengelola Akademik Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UNDIP;
  2. Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UNDIP;
  3. Tim Penguji.

Aspek Penilaian

  1. Pemahaman tentang metode penelitian;
  2. Kemampuan analitik;
  3. Kemampuan mengemukakan pendapat;
  4. Penulisan Pra Poposal.

Pelaksanan Ujian Pra Kualifikasi
Pelaksanaan Ujian Pra Kualifikasi Doktor ada 2 tahap, yaitu :
a. Ujian Tulis
Pelaksanaan ujian tertulis :

  1. Mahasiswa mengerjakan soal tentang artikel selama 6 jam secara soft;
  2. Setelah selesai mengerjakan, jawaban di print dan ditanda tangani mahasiswa.

b. Ujian Lisan/Wawancara
Pelaksanaan ujian lisan / wawancara :

  1. Mahasiswa akan diuji pengetahuan dan wawasannya seputar jawaban ujian komprehensif tulis dan rencana proposal disertasinya oleh tim penguji;
  2. Tim Penguji terdiri dari 1 guru besar dan 2 dosen penguji minimal bergelar doktor;
  3. Waktu pelaksanaan sekitar 60 – 120 menit;
  4. Mahasiswa dinyatakan LULUS dengan minimal nilai kumulatif 6,5.

Pasca Ujian Pra Kualifikasi Doktor

  1. Mahasiswa yang dinyatakan LULUS dalam ujian komprehensif bisa ketahap selanjutnya yaitu penyusunan proposal disertasi;
  2. Program studi akan melakukan rapat dengan Tim Pembina Akademik untuk menentukan Tim Promotor bagi mahasiswa yang relevan dengan judul proposal disertasinya;
  3. Sedangkan untuk mahasiswa yang TIDAK LULUS dalam ujian komprehensif akan diberi kesempatan sekali lagi untuk ujian komprehensif ulang;
  4. Bagi mahasiswa yang gagal di ujian komprehensif ulang maka bisa dinyatakan gagal studi.